Sabtu, 30 Agustus 2014

ITIK RAWA (BELIBIS)

Belibis Itik Rawa PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 27 Februari 2013 13:32
Belibis Itik Rawa
Bila sempat mampir ke Kalimantan Selatan datanglah ke Amuntai, Hulu Sungai Utara. Di sana sebuah menu unggas bakar termahal banyak dijajakan di warung sederhana di tepi jalan. Seporsi unggas bakar bandrolnya Rp80.000-Rp150.000. Ia menjadi santapan kalangan menengah ke atas para pelancong dan kalangan menengah ke atas setempat. Itulah menu belibis bakar khas Tanah Banua.
Belibis selama ini lebih dikenal sebagai si burung air. Bahkan guyonan orang menyebut belibis sebagai burung termahal karena mampu ?membeli bis?. Dibalik itu hanya segelintir kalangan yang tahu bahwa ia keluarga dekat itik atau angsa. Sosoknya mirip silangan itik, angsa, dan burung. Ia dapat berenang, menyelam, dan terbang serta bersiul seperti burung.
Karena mirip itik itu masyarakat Kalimantan Selatan mengenal belibis sebagai itik rawa liar. Ia banyak hidup di rawa lebak dangkal, tengahan, dan dalam. Sebut saja di rawa-rawa di Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Selatan. Setiap menjelang kemarau para pemburu panen belibis. Musababnya, air di rawa lebak dangkal dan rawa lebak tengahan menyusut sehingga belibis berkumpul di rawa lebak dalam. Para pemburu biasanya memasang perangkap atau jaring di seputaran rawa lebak dalam.
Belakangan populasi belibis makin menyusut karena perburuan itu. Beruntung beberapa orang di Alabio, Kalimantan Selatan, berupaya menangkarkan si itik rawa. Sebut saja Faturahim yang memelihara belibis sejak tahun 2000 di rumah dan pekarangan yang luas totalnya mencapai 400 m2.
Kandang dibuat di sekeliling rumah kayu di atas air. Bangunan rumah sendiri mirip rumah khas di Alabio yang dibangun dengan tiang di atas rumah. Luas rumah di dalam kandang 102 m2. Dinding kandang dibuat dengan jaring dari kawat setinggi setara bangunan rumah. Di atas kandang Faturahim memasang jaring. Sementara bagian bawah rumah menjadi tempat persembunyian.
Kini Faturahim memiliki 100 pasang indukan berumur 2-12 tahun. Dari indukan itu setiap musim Faturahim memanen minimal 1000 anakan belibis yang dipasarkan ke Palangkaraya, Banjarmasin, hingga luar pulau. Itu dengan asumsi setiap pasang menghasilkan minimal 10 telur. Faturahim membandrol anakan belibis umur 3-4 bulan siap potong Rp. 60.000 per ekor.
Dengan keberhasilan menangkar si itik rawa liar, bukan tidak mungkin belibis alabio bakal menyaingi itik alabio yang lebih dulu populer. Belibis pun dapat menambah deretan penambah pendapatan bagi petani di lahan rawa seperti padi, palawija, ikan, itik alabio, dan kerbau rawa yang lebih dulu populer dibudidaya. (Destika Cahyana/Yoan Destina)

Sabtu, 16 Agustus 2014

KEMENANGAN KITA (17 AGUSTUS)

17 Agustus merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa kita Indonesia, karena pada tanggal tersebut bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, merdeka dari belenggu penjajahan bangsa lain.
Pada Agustus 2014 ini ada beberapa kemenangan yang patut kita syukuri :
1.  Kemenangan karena telah menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan
2.  Kemenangan karena kita mampu melewati pesta demokrasi (pilpres) dengan sukses
3.  Kemenangan karena masih dalam kondisi negara kesatuan yang merdeka.
Hal ini harus disyukuri dengan terus memberikan yang terbaik kepada bangsa ini (Indonesia). Teruslah bersatu Indonesia, jangan biarkan perbedaan pendapat, perbedaan pandangan politik, perbedaan pilihan membuat kita bercerai-berai.

BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH..........MH



Selasa, 12 November 2013

KALENDER 2014 VERSI MH

CATUR WULAN I
 
CATURWULAN II
 

CATURWULAN III
 

Senin, 04 November 2013

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM (1435 h)

Ada dua sisi yang kita dapat temui di dalam tahun baru, yaitu bagaimana kita melihat ke belakang dan melihat ke depan. Melihat ke belakang berarti bagaimana kita memaknani hari hari yang akan dan telah kita tinggalkan. Bagaimana kesusksesan kita merintis peran-peran kita selama ini. sebagai seorang hamba Allah, Peran kita sebagai salah seorang anggota keluarga, dan peran-peran kita yang lain. Apakah kita telah memberikan kontribusi yang positif terhadap orang terdekat kita?... Melihat ke belakang juga berarti bagaimana kita memaknai kegagalan-kegagalan kita. Bagaimana kegagalan menjadi guru yang paling setia di dalam kesuksesan kita. Bagaimana kegagalan-kegagalan kita di dalam menjalankan peran-peran kita berbanding lurus dengan semangat untuk memperbaiki Melihat kedepan berarti bagaimana kita merintis hari-hari baru kita. Seperti sebuah perjalan baru yang akan kita tempuh.. tentunya kita sudah memiliki peta perjalanan hidup kita. Akan kemana kita, daerah mana yang tidak akan kita tempuh lagi, wilayah mana yang harus kita kunjungi lagi karena pekerjaan belum selesai. (dikutip dariMuthiah11@yahoo.com

Senin, 31 Desember 2012

DI PENGHUJUNG 2012



TAHUN BARU 2013

Terukir harapan indah nan membahagiakan di depan sana
Akankah semua akan terwujud nyata...?
Hanya Engkau ya Allah tetapkan semua yang berlaku
Untuk kami hanya usaha dan ikhtiar serta doa yang dapat diperbuat
Namun pertolongan dan kuasa-Mu’lah yang menjadi takdir kami
           Banyak salah dan khilaf yang telah kami lakukan
Aku mohon ampun atas semuanya kepadaMu ya Allah
Rahmat  dan KaruniaMu selalu kuharapkan tercurah untuk kami
            Ulurkan tanganMu untuk bantu langkah kami di Tahun 2013 ini