Tampilkan postingan dengan label INFO KES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO KES. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Januari 2011

SOLUSI KEGEMUKAN (OBESITAS)

Obesitas atau kegemukan adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan adanya penumpukan lemak tubuh yang melebihi batas normal. Secara praktis ukuran yang digunakan berupa perbandingan berat badan terhadap berat badan baku untuk ukuran tertentu. Kelebihan berat badan dibandingkan dengan berat badan baku itu dinyatakan dalam persen (%) : 10%, 20%,ataupun 30%. Penentuan obesitas secara alamiah dilakukan dengan melihat perbandingan jumlah lemak dalam tubuh terhadap berat badan secara keseluruhan.

Obesitas merupakan masalah yang paling banyak menarik perhatian masyarakat. Hal ini terbukti dari banyaknya tempat-tempat yang mempromosikan sebagai pusat pelayanan untuk menurunkan berat badan dengan berbagai nama,misalnya Sliming centre, Physical Fitness centre,Klub Jantung Sehat, dan sebagainya.

Obesitas sering dianggap sebagai penyakit yang khusus ditemukan pada orang-orang dalam usia pertengahan yaitu sekitar 40 tahun. Tetapi sebanarnya obesitas dapat diderita oleh setiap orang tanpa melihat berapa usianya. Pada masyarakat yang tergolong ekonominya rendah,jarang ditemukan kasus obesitas pada kelompok usia muda seperti anak-anak atau remaja. Obesitas pada kelompok usia muda biasanya ditemukan pasa masyarakat maju yang berpenghasilan cukup atau berpenghasilan tinggi.

Perubahan dalam tatacara dan pola pemberian makanan kepada anak dapat juga merupakan salah satu penyebab terjadinya obesitas pada anak yang disebut Juvenil Obesity. Walaupun obesitas dapat terjadi pada golongan pria dan wanita, tetapi jumlah wanita yang menderita obesitas jauh lebih banyak,wanita yang telah melahirkan anak cenderung untuk obesitas. Kenaikan berat badannya sebanyak 12.5 kg semasa hamil, sebagian besar dalam bentuk lemak tubuh, berfungsi sebagai cadangan selama masa menyusui. Jumlah kelebihan lemak itu akan semakin bertambah banyak dengan semakin seringnya wanita ibu hamil.

Berbagai kemungkinan penyebab terjadinya obesitas yaitu:

1. Kelebihan makan.

2. Kurang aktifitas fisik.

3. Kemudahan hidup.

4. Kemajuan teknologi.

5. Faktor fosikologi.

6. Faktor genetika.

Disamping mengurangi nilai estetika, obesitas merupakan tambahan berat bagi tubuh penderita. Dengan kelebihan berat badan, seorang penderita obesitas seakan-akan selalu membawa beban kemanapun ia pergi.

Penderita obesitas sering sering diikuti dengan penyakit tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan berarti memaksa memaksa jantung bekerja lebih keras, adanya beban ekstra bagi jantung, dan dengan kecendrungan terjadinya pengerasan pembuluh darah arteria koronaria, dapat mendorong terjadinya gagal jantung.

Obesitas sering menimbulkan beban psikologis bagi penderitanya, tubuh yang kehilangan bentuk akan merisaukan, sehingga kurang percaya diri dalam berpenampilan, terutama bagi wanita. Disamping itu dengan adanya komplikasi dari obesitas menjadikan penderitanya mempunyai resiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang bukan penderita obesitas. Dari hasil statistik yang dibuat oleh Metropolitan Life Insureance co.id Amerika serikat, terbukti bahwa seorang pria yang berusia 45 tahun apabila berat badanya melebihi berat badan standar sebanyak 25 pound, maka usia harapan hidupnya akan berkurang 25% . Hal inilah yang menjadi masalah obesitas sebagai salah satu masalah kesehatan kesehatan penting dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat di negara berkembang dan negara industri.
(ini sebagian tugas dari mt kuliah di Fkts Unair Sby, diambil dari beberapa sumber bacaan/literatur).

Saya punya saran/rekomendasi untuk anda yang ingin mengatasi kegemukan :
World Slimming Capsules (A44B)

World Slimming Capsules (A44B) – Rp 213.900,- *+) (60 kapsul/botol)

Masalah kegemukan sudah menjadi masalah yang bersifat mendunia.

Dapat diet dengan aman merupakan sebuah pertanyaan yang sangat penting.

Slimming Capsules mengandung bahan tumbuh-tumbuhan alami dan ilmu kedokteran dari China yang mengatur cara diet yang sangat aman untuk dikonsumsi, tidak mengandung zat kimia, dan tidak ada efek samping.

Fungsi:

  • Menurunkan berat badan
  • Membentuk tubuh yang ideal
  • Menyehatkan limpa

Cocok Untuk:

  • Orang dengan berat badan berlebihan

Aturan Pakai:

1-2 x 1-2 kapsul/hari

Anda tertarik Hubungi kami ; Hayat (081349743926)

Sabtu, 22 Januari 2011

PENGERTIAN GIZI BURUK

Klinis dan atau antropometris
DIAGNOSIS GIZI BURUK :
1.Terlihat sangat kurus dan atau edema, dan atau
2.BB/TB atau BB/PB : <-3 SD

TIPE, TANDA DAN GEJALA KLINIS ANAK GIZI BURUK
KWASIORKOR
- Perubahan status mental: apatis & rewel
- Rambut tipis, kemerahan spt warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa sakit, rontok
- Wajah membulat dan sembab
- Pandangan mata sayu
- Pembesaran hati
- EDEMA
• Minimal pada kedua punggung kaki, bersifat pitting edema
• Derajat edema:
à. Kedua punggung kaki
b. Tungkai & lengan bawah
c. Seluruh tubuh (wajah & perut)
Derajat edema untuk menentukan jumlah cairan yang diberikan
- Otot mengecil (hipotrofi)
- Kelainan kulit berupa bercak merah muda yg meluas & berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas (crazy pavement dermatosis)
- Sering disertai: penyakit infeksi (umumnya akut) à anemia dan diare

MARASMUS
- Tampak sangat kurus, hingga seperti tulang terbungkus kulit
- Wajah seperti orang tua
- Cengeng, rewel
- Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (~pakai celana longgar- baggy pants)
- Perut umumnya cekung
- Tulang rusuk menonjol (Iga gambang, “piano sign”) Sering disertai penyakit infeksi (umumnya kronis berulang) à diare persisten

MARASMIK - KWASHIORKOR
- Gambaran klinik merupakan campuran dari
- Beberapa gejala klinik Kwashiorkor dan
- Marasmus dengan BB/TB-PB <-3 SD disertai edema yang tidak mencolok

Senin, 08 Maret 2010

DUNIA REMAJA

PENYUSUN : SUNU AJI WIRAWAN S.Psi

DUNIA REMAJA


 Masa remaja (adolescense) adalah masa dimana mulai terjadi proses perkembangan dan perubahan yang meliputi perubahan dan perkembangan fisik, psikologis dan sosial.

 Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.

 Batasan usia masa remaja menurut Hurlock (1981) remaja adalah pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek.

 Ciri-ciri Masa Remaja :

1. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah.
2. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.
3. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama, tetapi juga dengan lawan jenis, dan dengan orang dewasa.
4. Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa.
5. Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.

 Aspek-aspek perkembangan pada masa remaja

 Tugas perkembangan remaja (Havighurst dalam Gunarsa, 1991) :

1. Memperluas hubungan antara pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa dengan kawan sebaya, baik laki-laki maupun perempuan
2. Memperoleh peranan sosial
3. Menerima kebutuhannya dan menggunakannya dengan efektif
4. Memperoleh kebebasan emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya
5. Mencapai kepastian akan kebebasan dan kemampuan berdiri sendiri
6. Memilih dan mempersiapkan lapangan pekerjaan
7. Mempersiapkan diri dalam pembentukan keluarga
8. Membentuk sistem nilai, moralitas dan falsafah hidup

 Remaja dan Masalah
 Beberapa tipe/gaya remaja dalam mengekspresikan dirinya :

1. Si Preman : berbicara seperti “kasar” dan “terlalu terus terang” ditambah dengan mimik wajah seorang pemrotes.
2. Si Pendiam : tidak pernah mengeluh atau protes dalam menghadapi situasi apapun. Remaja ini cenderung pasif dan diam dalam kesehariannya.
3. Si Kreatif : suka bereksperimen dan antusias pada hal yang tidak biasa. Terkadang muncul dalam gaya bahasanya yang berandai-andai.
4. Si Cerewet : remaja yang sangat memperhatikan hal2 kecil, perhatiannya sangat cepat teralih dari apa yang dilihat, didengar atau dipikirkan dan tanpa pikir panjang ia mengatakannya.
5. Si Pengeluh : remaja ini selalu mengeluh, mengomel dan menyampaikan sesuatu dengan emosi yang tinggi. Hidup ini baginya serba sukar, serba penuh hambatan dan hampir semua orang tidak bisa benar2 memuaskan hatinya.
6. Si Plin-plan : Biasanya merasa kurang percaya diri dan berusaha untuk menyenangkan orang lain adalah motivasi terbesarnya.
7. Si Jahil : bagi anak ini, mengamati bagaimana orang lain bereaksi sebgai akibat tingkah lakunya adalah hal yang menarik dan menjadi motif utama dari segala tindakannya, ia bisa “tega” membiarkan orang lain dalam keadaan “tidak nyaman” bahkan ia akan menertawakannya.
8. Si Penakut : remaja ini sukar sekali untuk dapat bergabung dengan teman2 seusianya. Berbeda dengan remaja yang pasif, remaja ini selalu berada dalam kecemasan dan ketakutan yang terpancar dari ekspresinya.

 Kiat individu untuk menghindari tindakan menyimpang dari diri pribadi

1. Kenali diri sendiri (kelebihan dan kekurangan)
2. Kenali faktor-faktor penyebab penyimpangan (kenakalan remaja).
3. Berfikir positif, katakan YA untuk hal-hal positif dan LAKSANAKAN.
4. Katakan TIDAK untuk hal-hal negatif dan TINGGALKAN.
5. Berpikir sebelum mengambil keputusan dan openmainded.
6. Memilih teman/kelompok bergaul yang tepat.
7. Mengkomunikasikan permasalahan yang dihadapi selain dengan teman, juga dengan orang tua, guru, atau kepada orang yang lebih tahu.
8. Membina kedewasaan pribadi melalui pendidikan dan pengalaman hidup.
9. Penyesuaian mental, menentukan peran, sikap, nilai, serta minat yang dimiliki.
10.Jangan lupa, hal pertama yang dilakukan adalah memahami dan melaksanakan nilai-nilai dan norma agama dalam kehidupan sehari-hari agar dapat melakukan kontrol diri.

***

Kamis, 14 Januari 2010

LANSIA

PROSES PENUAAN
Pada hakekatnya menjadi tua merupakan proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupannya yaitu masa anak, masa dewasa dan masa tua ( Nugroho, 1992). Tiga tahap ini berbeda baik secara biologis maupun psikologis. Memasuki masa tua berarti mengalami kemunduran secara fisik maupun psikis. Kemunduran fisik ditandai dengan kulit yang mengendor, rambut memutih, penurunan pendengaran, penglihatan memburuk, gerakan lambat, kelainan berbagai fungsi organ vital, sensitifitas emosional meningkat dan kurang gairah.
Meskipun secara alamiah terjadi penurunan fungsi berbagai organ, tetapi tidak harus menimbulkan penyakit oleh karenanya lanjut usia harus sehat. Sehat dalam hal ini diartikan :
1) Bebas dari penyakit fisik, mental dan sosial
2) Mampu melakukan aktifitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
3) Mendapat dukungan secara sosial dari keluarga dan masyarakat
(Rahardjo, 1996)
Akibat perkembangan usia, lanjut usia mengalami perubahan-perubahan yang menuntut dirinya untuk menyesuaikan diri secara terus menerus. Apabila proses penyesuaian diri dengan lingkungannya kurang berhasil maka timbullah berbagai masalah. Hurlock (1979) seperti dikutip oleh Munandar Ashar Sunyoto ( 1994) menyebutkan masalah-masalah yang menyertai lansia yaitu :
1) Ketidakberdayaan fisik yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain
2) Ketidakpastian ekonomi sehingga memerlukan perubahan total dalam pola hidupnya
3) Membuat teman baru untuk mendapatkan ganti mereka yang telah meninggal atau pindah
4) Mengembangkan aktifitas baru untuk mengisi waktu luang yang bertambah banyak
5) Belajar memperlakukan anak-anak yang telah tumbuh dewasa.
Berkaitan dengan perubahan fisik, Hurlock mengemukakan bahwa perubahan fisik yang mendasar adalah perubahan gerak.
Lanjut usia juga mengalami perubahan dalam minat. Pertama minat terhadap diri makin bertambah. Kedua minat terhadap penampilan semakin berkurang. Ketiga minat terhadap uang semakin meningkat, terkhir minta terhadap kegiatan rekreasi tak berubah hanya cenderung menyempit. Untuk itu diperlukan motivasi yang tinggi pada diri lansia untuk selalu menjaga kebugaran fisiknya agar tetap sehat secara fisik. Motivasi tersebut diperlikan untuk melakukan latihan fisik secara benar dan teratur untuk meningkatkan kebugaran fisiknya.
Berkaitan dengan perubahan, kemudian Hurlock (1990) mengatakan bahwa perubahan yang dialami oleh setiap orang akan mempengaruhi minatnya terhadap perubahan tersebut dan akhirnya mempengaruhi pola hidupnya. Bagaimana sikap yang ditunjukan apakah memuaskan atau tidak memuaskan, hal ini tergantung dari pengaruh perubahan terhadap peran dan pengalaman pribadinya. Perubahan yang diminati oleh para lanjut usia adalah perubahan yang berkaitan dengan masalah peningkatan kesehatan, ekonmi atau pendapatan dan peran sosial (Goldstein, 1992).
Dalam menghadapi perubahan tersebut diperlukan penyesuaian. Ciri-ciri penyesuaian yang tidak baik dari lansia ( Hurlock, 1979) di kutip oleh Munandar (1994) adalah :
1) Minat sempit terhadap kejadian di lingkungannya
2) penarikan diri ke dalam dunia fantasi
3) Selalu mengingat kembali masa lalu
4) Selalu kwuatir karena pengangguran
5) Kurang ada motivasi
6) Rasa kesendirian karena hubungan dengan keluarga kurang baik
7) Tempat tinggal yang tidak diinginkan
Dilain pihak ciri penyesuaian diri lanjut usia yang baik antara lain adalah : Minat yang kuat, ketidaktergantungan secara ekonomi, kontak sosial luas, menikmati kerja dan hasil kerja, menikmati kegiatan yang dilakukan saat ini dan memiliki kekuatiran minimal terhadap diri dan orang lain.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penuaan
1) Hereditas atau ketuaan genetik
2) Nutrisi atau makanan
3) Status kesehatan
4) Pengalaman hidup
5) Lingkungan
6) Stres
1. Perubahan Fisik
Meliputi perubahan dari tingkat sel sampai kesemua sistem organ tubuh, diantaranya sistem pernafasan, pendengaran, penglihatan, kardiovaskuler, sistem pengaturan tubuh, muskuloskeletal, gastrointestinal, genito urinaria, endokrin dan integumen.
a. Sistem pernafasan pada lansia.
1) Otot pernafasan kaku dan kehilangan kekuatan, sehingga volume udara inspirasi berkurang, sehingga pernafasan cepat dan dangkal.
2) Penurunan aktivitas silia menyebabkan penurunan reaksi batuk sehingga potensial terjadi penumpukan sekret.
3) Penurunan aktivitas paru ( mengembang & mengempisnya ) sehingga jumlah udara pernafasan yang masuk keparu mengalami penurunan, kalau pada pernafasan yang tenang kira kira 500 ml.
4) Alveoli semakin melebar dan jumlahnya berkurang ( luas permukaan normal 50m²), Ù menyebabkan terganggunya prose difusi.
5) Penurunan oksigen (O2) Arteri menjadi 75 mmHg menggangu prose oksigenasi dari hemoglobin, sehingga O2 tidak terangkut semua kejaringan.
6) CO2 pada arteri tidak berganti sehingga komposisi O2 dalam arteri juga menurun yang lama kelamaan menjadi racun pada tubuh sendiri.
7) kemampuan batuk berkurang, sehingga pengeluaran sekret & corpus alium dari saluran nafas berkurang sehingga potensial terjadinya obstruksi.
b. Sistem persyarafan.
1) Cepatnya menurunkan hubungan persyarafan.
2) Lambat dalam merespon dan waktu untuk berfikir.
3) Mengecilnya syaraf panca indera.
4) Berkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya syaraf pencium & perasa lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin.
Perubahan panca indera yang terjadi pada lansia.
1. Penglihatan
a) Kornea lebih berbentuk skeris.
b) Sfingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar.
c) Lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa).
d) Meningkatnya ambang pengamatan sinar : daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat, susah melihat dalam cahaya gelap.
e) Hilangnya daya akomodasi.
f) Menurunnya lapang pandang & berkurangnya luas pandang.
g) Menurunnya daya membedakan warna biru atau warna hijau pada skala.
2. Pendengaran.
a) Presbiakusis (gangguan pada pendengaran) :
Hilangnya kemampuan (daya) pendengaran pada telinga dalam, terutama terhadap bunyi suara, antara lain nada nada yang tinggi, suara yang tidak jelas, sulit mengerti kata kata, 50 % terjadi pada usia diatas umur 65 tahun.
b) Membran timpani menjadi atropi menyebabkan otosklerosis.
c) Terjadinya pengumpulan serumen, dapat mengeras karena meningkatnya kreatin.
3. Pengecap dan penghidu.
a) Menurunnya kemampuan pengecap.
b) Menurunnya kemampuan penghidu sehingga mengakibatkan selera makan berkurang.
4. Peraba.
a) Kemunduran dalam merasakan sakit.
b) Kemunduran dalam merasakan tekanan, panas dan dingin.
b. Perubahan cardiovaskuler pada usia lanjut.
1) Katub jantung menebal dan menjadi kaku.
2) Kemampuan jantung memompa darah menurun 1 % pertahun sesudah berumur 20 tahun. Hal ini menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya.
3) Kehilangan elastisitas pembuluh darah.
Kurangnya efektifitasnya pembuluh darah perifer untuk oksigenasi, perubahan posisi dari tidur keduduk ( duduk ke berdiri ) bisa menyebabkan tekanan darah menurun menjadi 65 mmHg ( mengakibatkan pusing mendadak ).
4) Tekanan darah meningkat akibat meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer (normal ± 170/95 mmHg ).
c. Sistem genito urinaria.
1) Ginjal, Mengecil dan nephron menjadi atropi, aliran darah ke ginjal menurun sampai 50 %, penyaringan diglomerulo menurun sampai 50 %, fungsi tubulus berkurang akibatnya kurangnya kemampuan mengkonsentrasi urin, berat jenis urin menurun proteinuria ( biasanya + 1 ) ; BUN meningkat sampai 21 mg % ; nilai ambang ginjal terhadap glukosa meningkat.
2) Vesika urinaria / kandung kemih, Otot otot menjadi lemah, kapasitasnya menurun sampai 200 ml atau menyebabkan frekwensi BAK meningkat, vesika urinaria susah dikosongkan pada pria lanjut usia sehingga meningkatnya retensi urin.
3) Pembesaran prostat ± 75 % dimulai oleh pria usia diatas 65 tahun.
4) Atropi vulva.
5) Vagina, Selaput menjadi kering, elastisotas jaringan menurun juga permukaan menjadi halus, sekresi menjadi berkurang, reaksi sifatnya lebih alkali terhadap perubahan warna.
6) Daya sexual, Frekwensi sexsual intercouse cendrung menurun tapi kapasitas untuk melakukan dan menikmati berjalan terus.
d. Sistem endokrin / metabolik pada lansia.
1) Produksi hampir semua hormon menurun.
2) Fungsi paratiroid dan sekesinya tak berubah.
3) Pituitary, Pertumbuhan hormon ada tetapi lebih rendah dan hanya ada di pembuluh darah dan berkurangnya produksi dari ACTH, TSH, FSH dan LH.
4) Menurunnya aktivitas tiriod Ù BMR turun dan menurunnya daya pertukaran zat.
5) Menurunnya produksi aldosteron.
6) Menurunnya sekresi hormon bonads : progesteron, estrogen, testosteron.
7) Defisiensi hormonall dapat menyebabkan hipotirodism, depresi dari sumsum tulang serta kurang mampu dalam mengatasi tekanan jiwa (stess).
e. Perubahan sistem pencernaan pada usia lanjut.
1) Kehilangan gigi, Penyebab utama adanya periodontal disease yang biasa terjadi setelah umur 30 tahun, penyebab lain meliputi kesehatan gigi yang buruk dan gizi yang buruk.
2) Indera pengecap menurun, Adanya iritasi yang kronis dari selaput lendir, atropi indera pengecap (± 80 %), hilangnya sensitivitas dari syaraf pengecap dilidah terutama rasa manis, asin, asam & pahit.
3) Esofagus melebar.
4) Lambung, rasa lapar menurun (sensitivitas lapar menurun ), asam lambung menurun, waktu mengosongkan menurun.
5) Peristaltik lemah & biasanya timbul konstipasi.
6) Fungsi absorbsi melemah ( daya absorbsi terganggu ).
7) Liver ( hati ), Makin mengecil & menurunnya tempat penyimpanan, berkurangnya aliran darah.
f. Sistem muskuloskeletal.
1) Tulang kehilangan densikusnya Ù rapuh.
2) resiko terjadi fraktur.
3) kyphosis.
4) persendian besar & menjadi kaku.
5) pada wanita lansia > resiko fraktur.
6) Pinggang, lutut & jari pergelangan tangan terbatas.
7) Pada diskus intervertebralis menipis dan menjadi pendek ( tinggi badan berkurang ).
a. Gerakan volunter Ù gerakan berlawanan.
b. Gerakan reflektonik Ù Gerakan diluar kemauan sebagai reaksi terhadap rangsangan pada lobus.
c. Gerakan involunter Ù Gerakan diluar kemauan, tidak sebagai reaksi terhadap suatu perangsangan terhadap lobus
d. Gerakan sekutu Ù Gerakan otot lurik yang ikut bangkit untuk menjamin efektifitas dan ketangkasan otot volunter.
g. Perubahan sistem kulit & karingan ikat.
1). Kulit keriput akibat kehilangan jaringan lemak.
2). Kulit kering & kurang elastis karena menurunnya cairan dan hilangnya jaringan adiposa
3). Kelenjar kelenjar keringat mulai tak bekerja dengan baik, sehingga tidak begitu tahan terhadap panas dengan temperatur yang tinggi.
4). Kulit pucat dan terdapat bintik bintik hitam akibat menurunnya aliran darah dan menurunnya sel sel yang meproduksi pigmen.
5). Menurunnya aliran darah dalam kulit juga menyebabkan penyembuhan luka luka kurang baik.
6). Kuku pada jari tangan dan kaki menjadi tebal dan rapuh.
7). Pertumbuhan rambut berhenti, rambut menipis dan botak serta warna rambut kelabu.
8). Pada wanita > 60 tahun rambut wajah meningkat kadang kadang menurun.
9). Temperatur tubuh menurun akibat kecepatan metabolisme yang menurun.
10). Keterbatasan reflek menggigil dan tidak dapat memproduksi panas yang banyak rendahnya akitfitas otot.
11). Perubahan sistem reproduksi dan kegiatan sexual.
1) Perubahan sistem reprduksi.
a) selaput lendir vagina menurun/kering.
b) menciutnya ovarium dan uterus.
c) atropi payudara.
d) testis masih dapat memproduksi meskipun adanya penurunan secara berangsur berangsur.
e) dorongan sex menetap sampai usia diatas 70 tahun, asal kondisi kesehatan baik.
2) Kegiatan sexual.
Sexualitas adalah kebutuhan dasar manusia dalam manifestasi kehidupan yang berhubungan dengan alat reproduksi. Setiap orang mempunyai kebutuhan sexual, disini kita bisa membedakan dalam tiga sisi : 1) fisik, Secara jasmani sikap sexual akan berfungsi secara biologis melalui organ kelamin yang berhubungan dengan proses reproduksi, 2) rohani, Secara rohani Ù tertuju pada orang lain sebagai manusia, dengan tujuan utama bukan untuk kebutuhan kepuasan sexualitas melalui pola pola yang baku seperti binatang dan 3) sosial, Secara sosial Ù kedekatan dengan suatu keadaan intim dengan orang lain yang merupakan suatu alat yang apling diharapkan dalammenjalani sexualitas.
Sexualitas pada lansia sebenarnya tergantung dari caranya, yaitu dengan cara yang lain dari sebelumnya, membuat pihak lain mengetahui bahwa ia sangat berarti untuk anda. Juga sebagai pihak yang lebih tua tampa harus berhubungan badan, msih banyak cara lain unutk dapat bermesraan dengan pasangan anda. Pernyataan pernyataan lain yang menyatakan rasa tertarik dan cinta lebih banyak mengambil alih fungsi hubungan sexualitas dalam pengalaman sex.
2. Perubahan-perubahan mental/ psikologis
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental adalah :
a. Pertama-tama perubahan fisik, khususnya organ perasa.
b. kesehatan umum
c. Ttingkat pendidikan
d. Keturunan (herediter)
e. Lingkungan
f. Gangguan saraf panca indra, timbul kebutaan dan ketulian
g. Gangguan konsep diri akibat kehilangan jabatan
h. Rangkaian dari kehilangan yaitu kehilangan hubungan dengan teman dan famili
i. Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik, perubahan terhadap gambaran diri dan perubahan konsep diri
Perubahan kepribadian yang drastis keadaan ini jarang terjadi lebih sering berupa ungkapan yang tulus dari perasaan seseorang, kekakuan mungkin oleh karena faktor lain seperti penyakit-penyakit.
Kenangan (memory) ada dua; 1) kenangan jangka panjang, berjam-jam sampai berhari-hari yang lalu, mencakup beberapa perubahan, 2) Kenangan jangka pendek atau seketika (0-10 menit), kenangan buruk.
Intelegentia Quation; 1) tidakberubah dengan informasi matematika dan perkataan verbal, 2) berkurangnya penampilan,persepsi dan keterampilan psikomotorterjadi perubahan pada daya membayangkan, karena tekanan-tekanan dari faktro waktu.
Pengaruh proses penuaan pada fungsi psikososial.
1. perubahan fisik, sosial mengakibatkan timbulnya penurunan fungsi, kemunduran orientasi, penglihatan, pendengaran mengakibatkan kurangnya percaya diri pada fungsi mereka.
2. Mundurnya daya ingat, penurunan degenerasi sel sel otak.
3. Gangguan halusinasi.
4. Lebih mengambil jarak dalam berinteraksi.
5. Fungsi psikososial, seperti kemampuan berfikir dan gambaran diri.
3. Perubahan Spiritual
Agama atau kepercayaan makin terintegarsi dalam kehidupannya (Maslow,1970). Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaannya, hal ini terlihat dalam berpikir dan bertindak dalam sehari-hari. (Murray dan Zentner,1970).

Kamis, 04 Desember 2008

DIETETIK RHEUMATIK ARTHRITIS


"Sebaris laporan praktek dietetik mahasiswa FKM Unair"

A

1. Definisi

Arthritis adalah istilah medis untuk penyakit dan kelainan yang menyebabkan pembengkakan/radang atau kerusakan pada sendi. Sedangkan Rheumatik Arthritis adalah suatu penyakit sendi karena ada gangguan pada cairan sendi sinovial yang mengakibatkan peradangan pada sendi tersebut.

2. Jenis

Dari 100 lebih jenis arthritis yang ada, para ahli arthritis menggolongkan menjadi beberapa golongan besar:

  1. Osteoarthritis

  2. Inflamatory Arthritis - Rheumatoid Arthritis - Ankylosing Spondylitis - Juvenile Arthritis - Polymyalgia Rheumatica - Psoriatic Arthritis - Reactive Arthritis - Seronegative Arthritis

  3. Infectious Arthritis - Lyme Disease

  4. Rheumatic Disease Lain - Gout

  5. Kondisi Lain yang menyerupai Arthritis : Bursitis, Carpal Tunnel Syndrome, Fibromyalgia, Tendinitis

3. Penyebab

  1. Faktor keturunan : jika dalam keluarga ada yang menderita Rheumatik Arthritis maka resiko untuk terkena RA akan lebih besar daripada keluarga yang belum pernah memiliki riwayat RA.

  2. Faktor biologis yang meliputi : umur, jenis kelamin, hormon, berat tubuh, keaktifan/kegiatan sehari-hari, dan profil genetik.

  3. Faktor lingkungan seperti : diet, kecelakaan sendi terdahulu, infeksi yang pernah diderita, jenis pekerjaan yang pernah dilakukan dan kegiatan di waktu senggang.

  4. Akibat

Gejala atau tanda-tanda serangan Arthritis secara umum, yaitu :

    • Persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakkan

    • Adanya pembengkakan pada salah satu atau beberapa persendian

    • Pada persendian yang sakit akan berwarna kemerah-merahan

    • Demam dan kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian

5.Cara menentukan penyakit

Untuk mendeteksi seseorang menderita Arthritis atau tidak dapat dilakukan berbagai pemeriksaan medis melalui pemeriksaan darah, urine, sinar X, dan sebagainya. Dalam keadaan yang berkembang dengan cepat, yaitu dalam waktu satu atau dua tahun, artritis dapat dikenal sebagai Artritis Rematoid. Namun jika artritis berkembang dengan lambat, yaitu dapat berlangsung lebih dari dua puluh tahun, maka dapat dikategorikan dalam bentuk Osteoartritis.

6. Syarat Diet

  1. Rendah Lemak

  2. KH normal

  3. Protein normal

  4. Jumlah kalori diperbanyak dengan buah tanpa diolah

  5. KH dipilih dari bahan yang indeks gligemiknya rendah

  6. Konsumsi lemak omega 3


Rabu, 26 November 2008

Danum/Air Dalam Kemasan


Lama sudah air minum dikenal manusia, katakanlah sejak Adam dan Hawa mulai mencari makanan dan minuman yang terhampar di hadapannya. Keturunan (zuriat) mereka lantas terus berkembang dan menyebar menjadi berbangsa-bangsa bernegara yang masing-masing mengembangkan cara khas dalam memperoleh air minum. Tak hanya untuk minum tetapi juga untuk mandi, cuci dan transportasi air.
Air minum dalam kemasan telah menjadi sebuah produk pokok masyarakat. Beberapa puluh tahun yang lalu banyak orang menyangka air minum dalam kemasan adalah lelucon. Dalam kultur budaya bangsa ini air minum adalah sebuah lambang persaudaraan, dimana orang berpikir air minum itu murah dan mudah didapatkan.
Perubahan peradaban mulai mengikis moral. Orang terpaksa membeli air minum dari perusahaan pemerintah karena sumur sudah tidak menghasilkan air yang jernih lagi. Air minum yang dulu dimasak dengan potongan kayu, sekarang sudah harus berganti dengan minyak. Tayangan kekerasan di TV juga ikut mengajarkan hati-hati dengan orang yang baru anda kenal. Moral peduli dan berbagi itu mulai mengikis tanpa terbendung lagi… bayangkan jika anda meminta air minum sama tukang bakso yang tentunya selalu membawa air sesuai hitung banyak mangkok yang disajikan.
menurut SNI (Standard Nasional Indonesia), definisi air minum dalam kemasan adalah air yang telah diolah dengan perlakuan khusus dengan dikemas dalam botol atau kemasan lain dan memenuhi persyaratan air minum
Sekarang ini kan banyak produk-produk Air minum dalam kemasan, dimana mereka bersaing untuk menjual produknya tanpa memikirkan standard ISO 9001 dan standard sertifikasi lainnya.
Berikut teknologi yang seharusnya diterapkan oleh perusahaan Air Minum Dalam kemasan (AMDK)
1. Multimedia Filter =>untuk menyaring partikel air lebih besar dari 25 mikron
2. First Stage Ozonation =>mematikan bakteri yang terdapat dalam sumber air
3. Active carbon filter =>menghilangkan bau,warna dan rasa.
4.Mechanic Cartridge Filter => menghilangkan partikel yang lebih kecil dari 2 mikron.
5. Ultraviolet Line => menghentikan pertumbuhan jamur, menghilangkan risiko terkontaminasi
6. Final Stage Ozonation =>memastikan pemusnahan bakteri yang mungkin lolos ketika proses sterilisasi awal berlangsung.
7. penggunaan pipa foodgrade di seluruh proses produksi
jadi pandai-pandailah memilih produk air kemasan ini! baca dulu penjelasan di kemasannya, yang biasanya mereka menampilkan sertifikasi perusahaan yang memproduksi.

Selasa, 25 November 2008

MUSIK MENCERDASKAN JANIN

“Bhuana Ilmu Populer”

Ibu hamil yang rajin mendengarkan musik, terutama musik klasik karya mozart, ternyata dapat meningkatkan kecerdasan janin. Musik klasik yang memiliki rentang frekuensi nada sangat lebar dapat merangsang perkembangan otak janin. Ini merupakan bagian dari stimulasi yang diberikan oleh ibu hamil kepada janin di dalam kandungan.
  • Stimulasi tersebut meliputi stimulasi fisik-motorik dengan “menyentuh” janin melalui elusan kulit perut sang ibu, stimulasi kognitif dengan berbicara dan bercerita kepada janin, dan stimulasi efektif dengan menyentuh perasaan bayi. Makin sering dan teratur perangsangan diberikan, makin efektif pengaruhnya.
  • Pada janin, musik akan merangsang perkembangan sel-sel otak. Perangsangan ini sangat penting karena masa tumbuh kembang otak yang paling pesat terjadi sejak awal kehamilan hingga bayi berusia 3 tahun.
  • Sementara itu bagi ibu hamil, musik klasik bisa membebaskannya dari stres akibat kehamilan. Jika ibu tenang, janinpun ikut tenang.
  • Durasi atau lamanya mendengarkan musik yang dianjurkan untuk ibu hamil yakni sekitar 30 menit setiap hari. Sebaiknya ibu hamil mendengarkan dengan penuh perhatian dan kesadaran agar mendapat manfaat. Sebab, suara, harmoni dan irama musik dapat mendorong seseorang untuk bergairah, kreatif dan menyenangkan.
(disalin ulang : M.Hayat).
Dari penyalin: musik = lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an misalnya yang dibacakan H.Muamar, Ali Abdurrahman Al-Hudzaifi, Muhammad Ayub... Insya Allah menjadi anak yang Sholeh/Sholehah.