Tampilkan postingan dengan label SENI/SASTRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SENI/SASTRA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Desember 2012

12-12-'12


Dunia ini semakin tua dan menua
Uniknya kecintaan manusia kepadanya semakin menggelora
Apakah hiasanya terlalu indah nan menggoda  
Bukalah mata hati, dunia ini hanya sebentar kita lewati
Esok akan datang hari yang tak bertepi
Lama waktu yang tak berujung
Akhirat tempat kembali yang abadi
Surga atau Neraka yang akan kita huni.

Minggu, 26 Juni 2011

KELUARGAKU

Kemanapun kaki melangkah, rumahku surgaku tujuannya
Eloknya rupa tak akan kalahkan akhlaq mulia
Lihat dan rasakan apa yang telah dikaruniakan-Nya
Untuk hadirkan rasa syukur yang besar
Atas limpahan rahmat yang kita tak bisa hitung
Raihlah ridho-Nya
Genggam kasih sayang-Nya
Alhamdulillah atas semua
Keluarga sakinah, mawadah wa rahmah
Ucapku sebagai do'a pada-Mu

Kuala Kapuas, Juni 2011
untuk hari keluarga
MH

Minggu, 14 Desember 2008

HAKIKAT CINTA

Penulis: KH. Abdullah Gymnastiar
Cinta adalah bagian dari fitrah, orang yang kehilangan cinta dia tidak
normal, tetapi banyak juga orang yang menderita karena cinta. Bersyukurlah orang-orang yang diberi cinta dan bisa menyikapi rasa cinta dengan tepat.

Hikam:
"Dijadikan indah pada pandangan manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allah tempat kembali yang baik." (Al-Qur`an: Al-Imron ayat 14)

Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Cinta memang sudah ada didalam diri kita, diantaranya terhadap lawan
jenis. Tapi kalau tidak hati-hati cinta bisa menulikan dan membutakan
kita.

Cinta yang paling tinggi adalah cinta karena Allah cirinya adalah orang
yang tidak memaksakan kehendaknya. Tapi ada juga cinta yang menjadi
cobaan buat kita yaitu cinta yang lebih cenderung kepada maksiat. Cinta
yang semakin bergelora hawa nafsu, makin berkurang rasa malu. Dan, inilah yang paling berbahaya dari cinta yang tidak terkendali.

Islam tidak melarang atau mengekang manusia dari rasa cinta tapi mengarahkan cinta tetap pada rel yang menjaga martabat kehormatan, baik wanita maupun laki-laki. Kalau kita jatuh cinta harus hati-hati karena seperti minum air laut semakin diminum semakin haus. Cinta yang sejati adalah cinta yang setelah akad nikah, selebihnya adalah cobaan dan fitnah saja.

Cara untuk bisa mengendalikan rasa cinta adalah jaga pandangan, jangan
berkhalwat berdua-duaan, jangan dekati zina dalam bentuk apapun dan
jangan saling bersentuhan.

Bagi orang tua yang membolehkan anaknya berpacaran, harus siap-siap
menanggung resiko. Marilah kita mengalihkan rasa cinta kita kepada
Allah dengan memperbanyak sholawat, dzikir, istighfar dan sholat
sehingga kita tidak diperdaya oleh nafsu, karena nafsu yang akan
memperdayakan kita. Sepertinya cinta padahal nafsu belaka. (imm)