Kamis, 28 Maret 2019

SENAM LING TIEN KUNG di RSUD BANGIL


Zaman sekarang berbagai jenis penyakit berbahaya dapat menyerang siapa saja. Untuk mengatasinya, banyak cara yang dilakukan mulai dari mengkonsumsi obat-obatan hingga melakukan terapi guna mencegah serta mengobati penyakit itu.
Salah satu terapi yang cukup terkenal saat ini yaitu Ling Tien Kung. Ling Tien Kung ini merupakan terapi kesehatan yang diistilahkan juga sebagai teknik charge aki manusia.
Gerakan Ling Tien Kung bukan gerakan yang tampak oleh mata yang menentukan, melainkan   yang tidak tampak, seperti penarikan otot-otot di belakang lutut yang menentukan pada gerakan Cek Yao Yuin Tung (lipat pinggang-jongkok kocok), penegangan otot-otot di sekitar anus yang menentukan pada gerakan Fu Kang (Empet-Empet Anus), dan rasa sakit pada betis yang menentukan pada gerakan Lik Thi Tien Tien (Jinjit-Jinjit).
Ling Tien Kung merupakan salah satu aktifitas olahraga dengan teknik pelatihan charge aki manusia yang berpusat pada pelatihan anus/senam dubur atau empet-empet anus (Swee, 2007).  Latihan ini memiliki banyak variasi gerakan peregangan yang dapat membantu memperlancar aliran darah dan metabolisme di dalam tubuh dalam gerakan Ling Tien Kung, efek positif aliran darah lancar, pengangkutan oksigen, nutrisi, dan hasil metabolisme yang lain dalam tubuh juga semakin lancar. Latihan yang teratur dapat menurunkan aktifitas saraf simpatis sehingga membuat lansia lebih rileks, tenang dan nyaman. Rasa kantuk dapat muncul ketika memasuki masa tidur sehingga kesulitan ketika mengawali tidur dapat diatasi. Selama ini belum ada penelitian yang mengupas terkait pengaruh terapi Ling Tien Kung terhadap peningkatan kualitas tidur.
Ling Tien Kung bukanlah suatu bentuk senam keindahan atau gerakan keseragaman. Artinya, benar atau salahnya dalam menerapkan satu gerakan bukan dinilai  berdasarkan faktor-faktor keindahan dari gerakan tersebut pada saat memeragakannya, melainkan berdasarkan faktor-faktor efek yang dihasilkan oleh gerakan itu sendiri.
Ling Tien Kung adalah Ilmu titik nol yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti stroke, diabetes, ambiyen dengan cara dilakukan secara rutin,”
RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan rutin Senam Ling Tien Kung yang dilaksanakan setiap hari Jum'at minggu ke-2,3,4 setiap bulannya, kegiatan boleh diikuti seluruh masyarakat umum yang berminat dan tidak dipungut bayaran (Gratis)

Senam Ling Tien Kung di RSUD Bangil 29/03/2019

Ayo hidup sehat bersama "RSUD Bangil" (Peduli dan Berkualitas dalam pelayanan)

Rabu, 30 Januari 2019

PAYFAZZ



Aplikasi Layanan Keuangan untuk Transaksi dan Pembayaran Digital.


PT Payfazz Teknologi Nusantara atau PAYFAZZ merupakan platform layanan keuangan berbasis keagenan yang dapat membantu dan mempermudah transaksi serta pembayaran secara digital. Kehadiran kami bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia, khususnya bagi yang belum memiliki rekening bank (unbanked). Melalui layanan PAYFAZZ, semua pihak kini dapat melakukan transaksi keuangan dan pembayaran digital dengan mudah, cepat, nyaman, dimanapun, dan kapanpun hanya dalam satu genggaman.

Ayo gabung bersama kami : klik link berikut ini


Minggu, 10 Juni 2018

M. ADLI ATHALLAH



Muhammad Adli Athallah lahir di Ngoro Mojokerto, Sabtu tanggal 03 Pebruari 2018. Abah : Muhammad Hayat. Mama : Nurun Ayati Khasanah. Saudara : 1. M. Rezeky Husrifahmi 2. Ermaida Adella 3. M. Febry Ade Rachman 4. Talitha Husnain.

Senin, 30 April 2018

DUKA CINTA


Ini adalah cerita cinta...."jalan itu memang harus dilewati karena sudah digariskan-Nya"....terus Ikhtiar/Usaha dengan sabar raih yang terbaik...

Sabtu, 28 April 2018

AMUNTAI KAMPUNG HALAMANKU


Kaganangan lawan kampung halaman, HSU (Amuntai) akan merayakan HUT ke-66 (1 Mei 1952 - 1 Mei 2018)......lagu yang maulah dandaman lawan kampung kelahiran :....

Sabtu, 30 Agustus 2014

ITIK RAWA (BELIBIS)

Belibis Itik Rawa PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 27 Februari 2013 13:32
Belibis Itik Rawa
Bila sempat mampir ke Kalimantan Selatan datanglah ke Amuntai, Hulu Sungai Utara. Di sana sebuah menu unggas bakar termahal banyak dijajakan di warung sederhana di tepi jalan. Seporsi unggas bakar bandrolnya Rp80.000-Rp150.000. Ia menjadi santapan kalangan menengah ke atas para pelancong dan kalangan menengah ke atas setempat. Itulah menu belibis bakar khas Tanah Banua.
Belibis selama ini lebih dikenal sebagai si burung air. Bahkan guyonan orang menyebut belibis sebagai burung termahal karena mampu ?membeli bis?. Dibalik itu hanya segelintir kalangan yang tahu bahwa ia keluarga dekat itik atau angsa. Sosoknya mirip silangan itik, angsa, dan burung. Ia dapat berenang, menyelam, dan terbang serta bersiul seperti burung.
Karena mirip itik itu masyarakat Kalimantan Selatan mengenal belibis sebagai itik rawa liar. Ia banyak hidup di rawa lebak dangkal, tengahan, dan dalam. Sebut saja di rawa-rawa di Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Selatan. Setiap menjelang kemarau para pemburu panen belibis. Musababnya, air di rawa lebak dangkal dan rawa lebak tengahan menyusut sehingga belibis berkumpul di rawa lebak dalam. Para pemburu biasanya memasang perangkap atau jaring di seputaran rawa lebak dalam.
Belakangan populasi belibis makin menyusut karena perburuan itu. Beruntung beberapa orang di Alabio, Kalimantan Selatan, berupaya menangkarkan si itik rawa. Sebut saja Faturahim yang memelihara belibis sejak tahun 2000 di rumah dan pekarangan yang luas totalnya mencapai 400 m2.
Kandang dibuat di sekeliling rumah kayu di atas air. Bangunan rumah sendiri mirip rumah khas di Alabio yang dibangun dengan tiang di atas rumah. Luas rumah di dalam kandang 102 m2. Dinding kandang dibuat dengan jaring dari kawat setinggi setara bangunan rumah. Di atas kandang Faturahim memasang jaring. Sementara bagian bawah rumah menjadi tempat persembunyian.
Kini Faturahim memiliki 100 pasang indukan berumur 2-12 tahun. Dari indukan itu setiap musim Faturahim memanen minimal 1000 anakan belibis yang dipasarkan ke Palangkaraya, Banjarmasin, hingga luar pulau. Itu dengan asumsi setiap pasang menghasilkan minimal 10 telur. Faturahim membandrol anakan belibis umur 3-4 bulan siap potong Rp. 60.000 per ekor.
Dengan keberhasilan menangkar si itik rawa liar, bukan tidak mungkin belibis alabio bakal menyaingi itik alabio yang lebih dulu populer. Belibis pun dapat menambah deretan penambah pendapatan bagi petani di lahan rawa seperti padi, palawija, ikan, itik alabio, dan kerbau rawa yang lebih dulu populer dibudidaya. (Destika Cahyana/Yoan Destina)

Sabtu, 16 Agustus 2014

KEMENANGAN KITA (17 AGUSTUS)

17 Agustus merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa kita Indonesia, karena pada tanggal tersebut bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, merdeka dari belenggu penjajahan bangsa lain.
Pada Agustus 2014 ini ada beberapa kemenangan yang patut kita syukuri :
1.  Kemenangan karena telah menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan
2.  Kemenangan karena kita mampu melewati pesta demokrasi (pilpres) dengan sukses
3.  Kemenangan karena masih dalam kondisi negara kesatuan yang merdeka.
Hal ini harus disyukuri dengan terus memberikan yang terbaik kepada bangsa ini (Indonesia). Teruslah bersatu Indonesia, jangan biarkan perbedaan pendapat, perbedaan pandangan politik, perbedaan pilihan membuat kita bercerai-berai.

BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH..........MH