Ini blog untuk berbagi ilmu, cerita, pengetahuan, pengalaman, pesan dll "Sampaikanlah walau satu ayat"
Minggu, 10 Juni 2018
M. ADLI ATHALLAH
Senin, 30 April 2018
DUKA CINTA
Ini adalah cerita cinta...."jalan itu memang harus dilewati karena sudah digariskan-Nya"....terus Ikhtiar/Usaha dengan sabar raih yang terbaik...
Sabtu, 28 April 2018
AMUNTAI KAMPUNG HALAMANKU
Kaganangan lawan kampung halaman, HSU (Amuntai) akan merayakan HUT ke-66 (1 Mei 1952 - 1 Mei 2018)......lagu yang maulah dandaman lawan kampung kelahiran :....
Sabtu, 30 Agustus 2014
ITIK RAWA (BELIBIS)
| Belibis Itik Rawa |
| Oleh Administrator |
| Rabu, 27 Februari 2013 13:32 |
Belibis Itik Rawa
Belibis selama ini lebih dikenal sebagai
si burung air. Bahkan guyonan orang menyebut belibis sebagai burung
termahal karena mampu ?membeli bis?. Dibalik itu hanya segelintir
kalangan yang tahu bahwa ia keluarga dekat itik atau angsa. Sosoknya
mirip silangan itik, angsa, dan burung. Ia dapat berenang, menyelam, dan
terbang serta bersiul seperti burung.
Karena mirip itik itu masyarakat
Kalimantan Selatan mengenal belibis sebagai itik rawa liar. Ia banyak
hidup di rawa lebak dangkal, tengahan, dan dalam. Sebut saja di
rawa-rawa di Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai
Selatan. Setiap menjelang kemarau para pemburu panen belibis.
Musababnya, air di rawa lebak dangkal dan rawa lebak tengahan menyusut
sehingga belibis berkumpul di rawa lebak dalam. Para pemburu biasanya
memasang perangkap atau jaring di seputaran rawa lebak dalam.
Belakangan populasi
belibis makin menyusut karena perburuan itu. Beruntung beberapa orang di
Alabio, Kalimantan Selatan, berupaya menangkarkan si itik rawa. Sebut
saja Faturahim yang memelihara belibis sejak tahun 2000 di rumah dan
pekarangan yang luas totalnya mencapai 400 m2.
Kandang dibuat di sekeliling rumah kayu
di atas air. Bangunan rumah sendiri mirip rumah khas di Alabio yang
dibangun dengan tiang di atas rumah. Luas rumah di dalam kandang 102 m2.
Dinding kandang dibuat dengan jaring dari kawat setinggi setara
bangunan rumah. Di atas kandang Faturahim memasang jaring. Sementara
bagian bawah rumah menjadi tempat persembunyian.
Kini Faturahim memiliki 100 pasang
indukan berumur 2-12 tahun. Dari indukan itu setiap musim Faturahim
memanen minimal 1000 anakan belibis yang dipasarkan ke Palangkaraya,
Banjarmasin, hingga luar pulau. Itu dengan asumsi setiap pasang
menghasilkan minimal 10 telur. Faturahim membandrol anakan belibis umur
3-4 bulan siap potong Rp. 60.000 per ekor.
Dengan keberhasilan menangkar si itik
rawa liar, bukan tidak mungkin belibis alabio bakal menyaingi itik
alabio yang lebih dulu populer. Belibis pun dapat menambah deretan
penambah pendapatan bagi petani di lahan rawa seperti padi, palawija,
ikan, itik alabio, dan kerbau rawa yang lebih dulu populer dibudidaya. (Destika Cahyana/Yoan Destina)
|
Sabtu, 16 Agustus 2014
KEMENANGAN KITA (17 AGUSTUS)
17 Agustus merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa kita Indonesia, karena pada tanggal tersebut bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, merdeka dari belenggu penjajahan bangsa lain.
Pada Agustus 2014 ini ada beberapa kemenangan yang patut kita syukuri :
1. Kemenangan karena telah menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan
2. Kemenangan karena kita mampu melewati pesta demokrasi (pilpres) dengan sukses
3. Kemenangan karena masih dalam kondisi negara kesatuan yang merdeka.
Hal ini harus disyukuri dengan terus memberikan yang terbaik kepada bangsa ini (Indonesia). Teruslah bersatu Indonesia, jangan biarkan perbedaan pendapat, perbedaan pandangan politik, perbedaan pilihan membuat kita bercerai-berai.
BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH..........MH
Pada Agustus 2014 ini ada beberapa kemenangan yang patut kita syukuri :
1. Kemenangan karena telah menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan
2. Kemenangan karena kita mampu melewati pesta demokrasi (pilpres) dengan sukses
3. Kemenangan karena masih dalam kondisi negara kesatuan yang merdeka.
Hal ini harus disyukuri dengan terus memberikan yang terbaik kepada bangsa ini (Indonesia). Teruslah bersatu Indonesia, jangan biarkan perbedaan pendapat, perbedaan pandangan politik, perbedaan pilihan membuat kita bercerai-berai.
BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH..........MH
Selasa, 12 November 2013
Senin, 04 November 2013
SELAMAT TAHUN BARU ISLAM (1435 h)
Ada dua sisi yang kita dapat temui di dalam tahun baru, yaitu bagaimana kita melihat ke belakang dan melihat ke depan.
Melihat ke belakang berarti bagaimana kita memaknani hari hari yang akan dan telah kita tinggalkan. Bagaimana kesusksesan kita merintis peran-peran kita selama ini. sebagai seorang hamba Allah, Peran kita sebagai salah seorang anggota keluarga, dan peran-peran kita yang lain. Apakah kita telah memberikan kontribusi yang positif terhadap orang terdekat kita?...
Melihat ke belakang juga berarti bagaimana kita memaknai kegagalan-kegagalan kita. Bagaimana kegagalan menjadi guru yang paling setia di dalam kesuksesan kita. Bagaimana kegagalan-kegagalan kita di dalam menjalankan peran-peran kita berbanding lurus dengan semangat untuk memperbaiki
Melihat kedepan berarti bagaimana kita merintis hari-hari baru kita. Seperti sebuah perjalan baru yang akan kita tempuh.. tentunya kita sudah memiliki peta perjalanan hidup kita. Akan kemana kita, daerah mana yang tidak akan kita tempuh lagi, wilayah mana yang harus kita kunjungi lagi karena pekerjaan belum selesai.
(dikutip dariMuthiah11@yahoo.com
Langganan:
Postingan (Atom)





